Minggu, 05 Februari 2012

Teknik Dasar Bermain Tenis (Grip)

Berikut saya akan mencoba memaparkan teknik dasar bermain tenis bagi anda-anda yang sekiranya masih pemula dan ingin sekali mencoba bermain tenis dengan benar. Tulisan ini saya gabungkan dari beberapa referensi yang saya dapat, semoga mudah bagi anda mengikutinya.
Grip (Pegangan Raket)
Saya memilih untuk membahas ini karena seringkali pemain yang baru atau belum pernah sama sekali bermain tenis terjebak pada kesalahan dasar dalam memegang raket. Saya melihat hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kebanyakan orang Indonesia yang jauh mengenal bulutangkis sebagai olahraga paling populer dimainkan di Indonesia, sehingga seringkali mengadopsi gaya pegangan raket bulutangkis.
Pegangan raket bulutangkis cenderung berada di tengah gagang, sedangkan tenis cenderung berada di ujung dari gagang raket. Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:
grips-copy.jpg
Menurut saya perbedaan ini dapat dimengerti dari kinetik ayunan dalam memukul bola atau kok dalam bulutangkis. Tenis cenderung menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta putaran bahu untuk memukul bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan tangan dan merupakan satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik tengah, maka akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain halnya dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan dari tenis. Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan daripada keseluruhan lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah gagang justru lebih memperkuat cengkeraman.
More...Berikut akan dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan raket.
grip_guide-1.jpg Umumnya gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi menjadi sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam) seperti yang diilustrasikan pada gambar di samping. Yang dipakai menjadi patokan dari setiap tipe grip adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk kita.

Selanjutnya kita tinjau beberapa grip atau pegangan raket dalam permainan tenis.
1. Forehand Continental grip 
continental1.jpgGrip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh pemain-pemain tenis jaman dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal).
 Pemain pro modern yang tercatat masih menggunakan tipe ini adalah Stefan Edberg dan sebelumnya adalah John McEnroe. Grip ini sangat baik digunakan di permukaan lapangan yang cepat, seperti rumput, dan digunakan oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service Volley’. Saat ini tidak banyak yang menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand utamanya karena tempo permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar (spin). Minus grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris (slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini juga seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak melambung parabolik. Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk melakukan service dan juga untuk pukulan volley serta overhead karena tangan mantap mencengkeram gagang raket.
 2. Forehand Eastern grip
eastern21.jpgEastern merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan memulai pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).
Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat, slice, maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering mengandalkan permainan volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan ini sekali lagi agak susah untuk menghadapi bola-bola topspin yang bersifat parabolik.
Salah satu pemain pro yang merajai tenis di tahun 90′an, yaitu Pete Sampras, memakai grip ini sebagai pilihannya karena dia merupakan tipikal pemain Service Volley yang sangat nyaman memakai grip ini.
3. Forehand Semi-Western grip
semi-western21.jpgGrip jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern, terutama yang memiliki tipe permainan baseliner (termasuk saya sendiri).
Anda dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut 2 (untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain kidal). Atau bisa juga berawal dari grip eastern kemudian tangan anda diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.
Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parabolik. Grip ini juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi tidak direkomendasikan untuk memukul slice. Minus dari grip ini adalah sulit untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari pukulan flat atau slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court).
Beberapa contoh pemain pro yang menggunakan grip ini adalah : Andre Agassi, Roger Federer, Marat Safin.
4. Forehand Western grip 
western2.jpgGrip jenis ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip jenis ini, juga banyak pemain modern saat ini.
Saya sering menyebut grip ini sebagai ‘pegangan wajan’ karena cara memegang raket ini seperti saat kita memegang gagang wajan atau panci masakan. Caranya adalah anda menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari          gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.
Grip ini sangat baik digunakan bagi pemain yang ingin memukul bola dengan top spin yang ekstrim. Arah bola dari hasil pukulan ini dapat melambung di atas net dan turun menurut garis parabolik yang ekstrim. Grip ini juga sangat nyaman digunakan untuk mengantisipasi bola-bola tinggi yang biasanya terjadi di lapangan tanah liat. Akan tetapi, minus dari grip jenis ini adalah tidak bisa dipakai untuk melakukan pukulan flat serta slice dan juga sangat sulit untuk mengantisipasi bola-bola slice yang jatuh rendah di lapangan cepat seperti rumput (grass) atau semen (hard court).
Pemain pro yang mengadopsi jenis grip ini umumnya merupakan pemain spesialis tanah liat seperti Rafael Nadal, Carlos Moya atau sebelumnya adalah Sergi Bruguera.

Kamis, 02 Februari 2012

POSISI DAN FUNGSI PEMAIN

Posisi dan Fungsi Pemain :
1. Forward atau pemain penyerang berada sejajar di depan ada dua pemain, bertugas untuk menyerang dan pecetak point’
2. Guard, dua pemain berada dibelakang dan biasanya sejajar dengan forward.
3. center, satu pemain berada ditengah, dengan postur yang lebih tinggi, untuk memblok atau rebound bola atau sebaga cover, untuk team.
4. Play maker, pembagi bola.

TEKNIK DASAR BERMAIN BOLA BASKET

Tekhnik Dasar Bermain Basket :
1. Dribel Bola , maksudnya kita mendribble bola dengan tangan, nah yang digunakan untuk mendapatkan gerakan dribble yang sempurna cara kita memantulkan bola dengan jemari, gunakan atas telapak tangan yang juga mengenai jari-jari tangan, dan arahkan sesuai gerak bola, kecepatan pantulan juga sesuai dengan dorongan yang kita lakukan, jika kita dorong terlalu keras maka pantulan balik juga cepat, sebaliknya jika pelan maka kecepatan pantukan akan berkurang. Unatuk mensiasati atau melambatkan pantulan dari dorongan jari kita yang keras tadi, kita bisa menahan saja bola itu tanpa harus mendorongnya lagi.
2. Pivot, gerakan yang satu ini merupakan dasar dari bermain bola basket, dengan posisi bola yang masih ditangan ( mempertahankan bola ) dari lawan, dengan menggunakan gerakan badan,putaran kaki atau badan tersebut dapat diputar sampai 360 derajat, selama tidak bergeser kaki yang satunya.karena satu kaki sebagai tumpuan, atau poros, jika kedua kaki sama-sama bergerak maka akan terjadi pelenggaran.
3. Shooting, atau tembakan, mengguakan dua atau satu tangan , arahkan bola lurus sejajar pada ring dengan menumpukan bola pada satu tangan diangkat sejajar dengan telinga di atas pundak dan satu tangan sebagai menyeimbang, untuk hasil lemparan yang semurna gunakan jari-jari untuk mendorong bola. memang untuk pemula akan terasa berat dan sulit akan tetapi hasil gerakan bola akan maksimal.
4. Lay up, atau bisa disebut tembakan dengan melayang, dengan teknik tiga langkah terakhir, bisa kanan-kiri-kiri atau kiri-kanan-kanan, untuk posisi kaki.
5. Fade Away, atau disebut juga teknikyang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola.
6.Hook adalah Teknik dalam bermain basket dengan men shooting bola dengan menghempaskan tubuh kebelakang, cara ini sangat efektif bila si penjaga berpostur lebih tinggi daripada si pemegang bola.
7. Jump Shoot, adalah teknik menembakkan bola kedalam ring, dengan lompatan , semakin tinggi lompatan semakin bagus.
8. Slamdunk, seperti yang dilakukan tokoh kartun basket dunia si Hanamichi sakuragi, yang trkenal itu caranya dengan mencelupkan bola kedalam ring dan diakhiri dengan hempasan tangan yang kuat, ini sangat bagus jika pemain memiliki tinggi ideal pemain basket, kuarang lebih yang berpostur 180 keatas yang gampang melakukan teknik yang satu ini.

Rabu, 01 Februari 2012

Teknik Dasar Permainan Bola Basket

Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.

Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka di depan dada.

Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).

Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.

Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.

Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.

Mengenal Skill Sepak Bola

b. Cara melatih.

Tahap Pertama :
Agility berhubungan erat antara kepintaran otak dan kemampuan tubuh untuk melakukannya. Jikalau dicontohkan, seseorang bisa saja tahu ia bisa melompati aral yang berbentuk jurang, lembah, ataupun beberapa paku yang terlintas didepannya dengan melompat dengan jarak minimal 1,95 meter. Namun apalah daya, tubuhnya tak sanggup melompat sejauh itu lantaran ia tak pernah melatih menguasai beban tubuhnya yang jikalau dipaksakan juga maka ia hanya sanggup melompat sejauh 1,75 meter dan alhasil ia hanya akan terjatuh atau terkena aral itu saja. Itulah pengertian sesungguhnnya dari kepintara otak/mental seorang manusia, yaitu otak dan tubuhnya sanggup melakukannya.
Untuk seorang pesepakbola, meningkatkan “Agility” hingga berkelas High membutuhkan tak sekedar kemampuan otak dalam membaca situasi melainkan juga kemampuan tubuhnya untuk menjalankannya. Dan itu membutuhkan nilai atau rapor rata-rata skill lain pada rapor minimal 7 untuk setiap skill seperti Speed, Akselerasi, jump, respond, reflek, agresif, covering, power dll. Cara minimal untuk merata-ratakan nilai rapor setinggi itu pada tubuh cukup dengan lari pelan atau jogging dengan jarak minimal 5 kilometer / 3 x seminggu. Dan latihan fisik yang diberikan pelatih sudah cukup untuk menaikkan kebutuhan rapor skill-skill tersebut sesuai kebutuhan yakni dengan nilai rapor 7 hingga 8 tergantung dari skillnya.

Tahap kedua :
Setelah melatih kemampuan tubuh, kemampuan otak merupakan inti dari kebutuhan skill ini. Experience/pengalaman hidup merupakan salah satu syarat peningkatan agility. Butuh hitungan tahun untuk membuat seseorang bisa mengetahui segala situasi dan cara penyelesaiannya di hampir semua bidang. Cara tercepat masih diketahui dengan bermain game. Baik game tradisional seperti yang dimainkan anak-anak yang membuat otot-otot tubuh mengenal setiap pergerakan yakni meloncat, mengayuh(sepeda dan berenang) meluncur, memanjat, mendarat, dll. Dan itu membuat otak merespon setiap gerakannya, menghapal dalam arti mengetahui berapa kekuatan otot paha atau betis yang perlu dikeluarkan, bagaimana posisi tangan dalam menahan atau menambah laju gerakan tubuh dan kemudian mencurahkannya pada aksi berikutnya. Inilah yang membuat seseorang tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan sesuatu karena tubuh dan otaknya sudah mengetahui segala pergerakan dan ia mahir melakukan apapun yang harus dilakukan sesuai experience/pengalamannya. Bayangkan bagi anak rumahan yang ia tak berani melompat dari ketinggian yang cuma 120 cm saja lantaran takut dan tubuh/otot-otot kakinya belum mengetahui berapa kekuatan untuk merespon lompatan tersebut. Dan itu sebabnya beberapa latihan antara latihan yang diberikan pelatih, ada latihan game khusus permainan atau game kecil yang kadang terlihat kocak walau bagi mereka yang hanya sekedar berlatih di SSB atau sekola sepak bola, seperti pelatih menyuruh bergabung sesuai keinginan pelatih tersebut yakni bergabung 4 pemain atau 7 pemain sekaligus, dan yang tidak sesuai jumlah 4 atau 7 pemain akan mendapat hukuman. Dan jangan anggap remeh karena ini memang dibutuhkan dan tak hanya sekedar hiburan untuk tim. Hal itu diantaranya melatih gerakan respond dan reflek dan diadu dengan kecepatan membaca mata membaca situasi.

Tahap Ketiga :
Melatih kepintaran otak menjadi cara yang terakhir untuk meningkatkan skill agility ini. Mengetahui segala sesuatu hasil dari suatu kejadian atau aktivitas merupakan arti lain dari kepintaran otak ini. Selain itu, menguasai berbagai trik-trik dari suatu pergerakan membuat seseorang jadi paham akan kelemahan maupun kelebihan dari suatu aktivitas. Cara cepat untuk meningkatkannya adalah memperbanyak bermain game, baik game 2 D maupun game 3 dimensi. Sebab dari setiap game yang dibuat oleh pemilik game tersebut. Mereka memberitahu segala hasil dari semua aktivitas dari apa yang dilakukan oleh manusia walau hanya sesuatu yang sepele seperti yang banyak dikenal orang yakni darah atau HP akan berkurang jikalau melompat atau jatuh lebih dari 3 meter seperti yang ada pada beberapa game yang tersedia pada game V-kom, PlayStation, maupun game-game PC, karena game merupaknan cermin dari kehidupan itu sendiri. Jadi, Experience lebih cepat didapat melalui game-game dari apapun jenis atau tipe permainnannya.


Warning/Peringatan :
*Latihan yang keras membutuhkan Gizi dan multivitamin yang mencukupi, kekurangan 1 saja jenis vitamin akan membawa kerusakan bagi tubuh, apalagi vitamin K atau kalsium.
* Kebutuhan istirahat sangat penting untuk recovery tubuh dan juga sangat fatal apabila diabaikan terutama sehabis berlatih keras.
* Game terkadang melalaikan waktu, sudah kewajiban orangtua untuk mengatur dan memperingati anaknya akan batas-batas waktu ini.


Skill Name : Agility.
Skill Discussed : Part 2.
Skill Target : All possible situation/ Mempermudah atau memperlancar serangan dan juga memperkuat pertahanan.
Skill Superiority : Offence ++, Defence +, Ball position +5% per 1 player.
Skill Weakness : Negative Football !

Mengenal Skill Sepak Bola

Bagian Kedua : A G I L I T Y

a. Pengertian dan fungsi.

Jikalau orang bertanya, Skill apa yang membuat seorang Lionel Messi menjadi pemain terbaik dunia saat ini? Berbagai jawaban muncul diantara beberapa orang yang antara lainnya “Dribble”nya yang bagus mengikuti sang legenda Diego Maradona, “passing”nya yang akurat, dll. Tapi jawaban sebenarnya tak lain yaitu “Agility”. Agility seorang Messi yang sudah berkelas Master ini membuat hampir semua skill yang dibutuhkan oleh pesepakbola menjadi efektif. Sebab walaupun seorang pemain sepakbola memiliki passing dengan akurasi tinggi, shotting yang bagus, dribble yang sempurna dan lainnya, tanpa agillity semua itu akan terlihat hanya sia-sia belaka. Sebagai contoh didalam pertandingan sepakbola, seorang pemain yang punya passing akurasi yang tinggi tanpa didukung dengan agility hanya akan sekedar melepas umpan tanpa tahu bola yang akan diberikan kepada rekannya akan putus atau tidak lantaran ia tak melihat lawannya yang ada dalam keadaan “one step acceleration*” hingga lawan unggul dalam sprint dan berhasil merebut bola. Ia tidak membaca pergerakan lawannya hingga bola yang diberikan bisa dipotong dengan mudahnya.

Sesuai dengan artinya yaitu kecerdasan otak/mental, skill yang satu ini membuat serangan dan pertahan tidak sia-sia. Pemilik skill ini tidak melepas umpan, shotting, dribble dan lainnya melainkan ia tahu seberapa persen tingkat keberhasilannya. Pada sepakbola modern ini kita sudah bisa melihat sudah ada result atau hasil dari tiap babak mengenai “pass complete” yang juga bisa kita lihat di televisi dengan hasil lainnya seperti “ball possition”, “Shot wide”, “shot on target”, dll. Dan “pass complete” itulah yang menandakan suatu tim sepakbola mempunyai agility yang baik pada setiap pemainnya atau tidak. Bisa diperhitungkan seperti suatu tim sepakbola melepas 100 umpan dalam satu kali pertandingan, dalam seratus umpan itu jikalau pass completenya cuma 60% berarti cuma 60 umpan atau passing yang sampai kepada rekan satu timnya, dan sisa 40 umpan lagi gagal atau putus di kaki lawannya. Bahkan result dari “pass complete” bisa menandakan suatu tim adalah tim dengan permainan profesional atau tidak. Dan kita bisa mengukurnya pada Timnas senior kita pada laga-laga terakhir mereka. Saya yang melihat ditelevisi pada 2 pertandingan penyisihan piala asia lalu hampir memastikan kalau pass complete para pemain senior Indonesia selalu putus di tengah lapangan dan mungkin pass complete mereka tak sampai 40% saja. Itu menandakan skill agility para pemain senior jauh dibawah standar. Dan tidaklah pantas untuk sebuah tim sepakbola disebut tim profesional jikalau hanya melepas umpan untuk membangun serangan saja selalu putus dikaki lawan atau pass completenya dibawah 60%. Dan pantas saja FIFA atau federasi sepakbola internasional menghadiahi Timnas Indonesia peringkat 120an lantaran “Agility”nya ketahuan dibawah standar. Dan saya pribadi hanya bisa bersuara jikalau pemain yang ada pada Timnas senior itu yang dianggap pantas membela timnas senior, lantas bagaimana dengan pemain-pemain lainnya? Tidakkah pantas kelas sepakbola Indonesia masih dianggap amatiran? Minimnya prestasi Internasional baik pada Timnas maupun dari klub-klub Liga Indonesia sudah menjadi buktinya.

Kebutuhan skill agility untuk seorang pemain sepakbola adalah mutlak. Bahkan dengan agility standar saja suatu tim sepakbola mempunyai kesuksesan dalam sebuah serangan minimalnya 60%. Bisa dibilang 1 orang saja pemain yang mempunyai agility dilevel “high” saja sudah membuat tim tersebut memiliki ball position + 5% kurang lebih dalam tiap pertandingannya. Dan bayangkan saja kalau tim sudah menguasai jalannya pertandingan hingga 60% ball position, gol hanya masalah waktu saja untuk dihasilkan. Tak ayal Barcelona FC bisa menguasai tiap pertandingannya kurang lebih dengan ball position 60 - 65%, dan mereka punya rata-rata 3 gol per 1 pertandingan. Hal itu disebabkan selain Lionel Messi, pemain lainnya seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta juga punya Agility minimal berlevel “High”.

Untuk sementara cuma ini sebagai target pertama grub ini yaitu “mencerdaskan” para sepakbola mania/pendukung walau ia cuma penonton sesekali di layar televisi.
Dan dibawah merupakan target berikutnya yaitu untuk membentuk pemain dengan kualitas sepakbola Profesional.

Cara Menjadi Back Yang Baik Versi 2

1.Menghalangi semua pergerakan lawan,dengan cara selalu menghalangi,dan mengamati
pemain yang men-drible bola!
2.Jika kita diperintahkan untuk me-marking musuh,maka lakukan itu dengan baik,jangan
sampai kecolongan pergerakan
3.Jika melakukan Overlap,jangan lupa mundur,jika pemain lawan melakukan serangan
balik!
4.Jangan sampai membiarkan pemain lawan memasuki area penalti
5.Di saat kita menguasai bola,namun kita dalam kondisi terdesak,buang saja bola sejauh
mungkin dari area penalti !
6.Berani mati,untuk merebut bola!!hehe
7.Jangan biarkan pemain lawan melakukan umpan cross ke penalti
8.Jika terdasak lakukan sliding setepat mungkin mengenai b