Rabu, 01 Februari 2012

Mengenal Skill Sepak Bola

Bagian Kedua : A G I L I T Y

a. Pengertian dan fungsi.

Jikalau orang bertanya, Skill apa yang membuat seorang Lionel Messi menjadi pemain terbaik dunia saat ini? Berbagai jawaban muncul diantara beberapa orang yang antara lainnya “Dribble”nya yang bagus mengikuti sang legenda Diego Maradona, “passing”nya yang akurat, dll. Tapi jawaban sebenarnya tak lain yaitu “Agility”. Agility seorang Messi yang sudah berkelas Master ini membuat hampir semua skill yang dibutuhkan oleh pesepakbola menjadi efektif. Sebab walaupun seorang pemain sepakbola memiliki passing dengan akurasi tinggi, shotting yang bagus, dribble yang sempurna dan lainnya, tanpa agillity semua itu akan terlihat hanya sia-sia belaka. Sebagai contoh didalam pertandingan sepakbola, seorang pemain yang punya passing akurasi yang tinggi tanpa didukung dengan agility hanya akan sekedar melepas umpan tanpa tahu bola yang akan diberikan kepada rekannya akan putus atau tidak lantaran ia tak melihat lawannya yang ada dalam keadaan “one step acceleration*” hingga lawan unggul dalam sprint dan berhasil merebut bola. Ia tidak membaca pergerakan lawannya hingga bola yang diberikan bisa dipotong dengan mudahnya.

Sesuai dengan artinya yaitu kecerdasan otak/mental, skill yang satu ini membuat serangan dan pertahan tidak sia-sia. Pemilik skill ini tidak melepas umpan, shotting, dribble dan lainnya melainkan ia tahu seberapa persen tingkat keberhasilannya. Pada sepakbola modern ini kita sudah bisa melihat sudah ada result atau hasil dari tiap babak mengenai “pass complete” yang juga bisa kita lihat di televisi dengan hasil lainnya seperti “ball possition”, “Shot wide”, “shot on target”, dll. Dan “pass complete” itulah yang menandakan suatu tim sepakbola mempunyai agility yang baik pada setiap pemainnya atau tidak. Bisa diperhitungkan seperti suatu tim sepakbola melepas 100 umpan dalam satu kali pertandingan, dalam seratus umpan itu jikalau pass completenya cuma 60% berarti cuma 60 umpan atau passing yang sampai kepada rekan satu timnya, dan sisa 40 umpan lagi gagal atau putus di kaki lawannya. Bahkan result dari “pass complete” bisa menandakan suatu tim adalah tim dengan permainan profesional atau tidak. Dan kita bisa mengukurnya pada Timnas senior kita pada laga-laga terakhir mereka. Saya yang melihat ditelevisi pada 2 pertandingan penyisihan piala asia lalu hampir memastikan kalau pass complete para pemain senior Indonesia selalu putus di tengah lapangan dan mungkin pass complete mereka tak sampai 40% saja. Itu menandakan skill agility para pemain senior jauh dibawah standar. Dan tidaklah pantas untuk sebuah tim sepakbola disebut tim profesional jikalau hanya melepas umpan untuk membangun serangan saja selalu putus dikaki lawan atau pass completenya dibawah 60%. Dan pantas saja FIFA atau federasi sepakbola internasional menghadiahi Timnas Indonesia peringkat 120an lantaran “Agility”nya ketahuan dibawah standar. Dan saya pribadi hanya bisa bersuara jikalau pemain yang ada pada Timnas senior itu yang dianggap pantas membela timnas senior, lantas bagaimana dengan pemain-pemain lainnya? Tidakkah pantas kelas sepakbola Indonesia masih dianggap amatiran? Minimnya prestasi Internasional baik pada Timnas maupun dari klub-klub Liga Indonesia sudah menjadi buktinya.

Kebutuhan skill agility untuk seorang pemain sepakbola adalah mutlak. Bahkan dengan agility standar saja suatu tim sepakbola mempunyai kesuksesan dalam sebuah serangan minimalnya 60%. Bisa dibilang 1 orang saja pemain yang mempunyai agility dilevel “high” saja sudah membuat tim tersebut memiliki ball position + 5% kurang lebih dalam tiap pertandingannya. Dan bayangkan saja kalau tim sudah menguasai jalannya pertandingan hingga 60% ball position, gol hanya masalah waktu saja untuk dihasilkan. Tak ayal Barcelona FC bisa menguasai tiap pertandingannya kurang lebih dengan ball position 60 - 65%, dan mereka punya rata-rata 3 gol per 1 pertandingan. Hal itu disebabkan selain Lionel Messi, pemain lainnya seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta juga punya Agility minimal berlevel “High”.

Untuk sementara cuma ini sebagai target pertama grub ini yaitu “mencerdaskan” para sepakbola mania/pendukung walau ia cuma penonton sesekali di layar televisi.
Dan dibawah merupakan target berikutnya yaitu untuk membentuk pemain dengan kualitas sepakbola Profesional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar